Welcome to Mother's Cook!
This blog provide practical, easier, attractive, and of course very delicious recipes. For everyone who likes traditional food or beginner cook or lazy to cook but would like to eat tasty food by your own hand, you can take and try recipes from this blog.
Have your fun day!
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 11, 2008

Sayur Lodeh

Lodeh, weleh weleh.... ini sayur favoritku yang pertama sejak kecil. Dulu waktu kecil tidak doyan sayur, begitu kenal lodeh, weleh weleh...intip (kerak nasi) satu lembar habis kulahap pake sayur lodeh ini (eh, kuahnya thok ding). Ternyata sayur lodeh ini juga dipake sebagai syarat tolak balak oleh masyarakat di beberapa daerah (inget waktu zamannya habis tsunami di Aceh ada isu tsunami bakal terjadi di DIY-Jateng). Saya juga belum tahu bagaimana sejarahnya kok bisa begitu. Tapi yang jelas, lodeh ini memang moi...uennak tenan tur nggawene sipil. Isinya bisa manut selera.

Bahan :
500 gr kluwih, gori (nangka muda), terong, jipang (labu siam), kacang panjang, so (daun melinjo), kulit melinjo atau melinjo mudanya, pepaya muda, rebung (batang bambu muda), dll. Semua dipotong-potong sesuai selera. Bisa dimodifikasi dengan tempe diiris kecil panjang atau dengan bahan tahu putih saja diiris dadu.
250 gr tetelan/iga sapi/skengkel/cakar ayam
1 liter air
1 liter santan dari 1 butir kelapa yang tua

Bumbu :
5-7 siung bawang putih yang besar, diiris tipis
12 siung bawang merah, diiris tipis
5 lembar daun salam
3 iris lengkuas
7 cabe rawit merah, diiris serong
3 cabe hijau, diiris serong
1 kerat tempe busuk
1 sdm gula merah
Garam secukupnya

  1. Buat kaldu terlebih dulu dari air 1 liter dengan 259 gr bahan dari sapi atau ayam.
  2. Masukkan seluruh bumbu, tunggu sampai mendidih.
  3. Masukkan bahan satu per satu diurutkan yang paling keras terlebih dahulu.
  4. Masukkan santan, tunggu msndidih, lalu diicip-icip dulu.
  5. Jadi deh...
NB : Bila ingin membuat lodeh dengan bahan tempe atau tahu saja, cabenya hijau saja yang banyak. Kalo lodeh tempe ini terkenal dari daerah Wonosari (DIY), biasa dimakan menggunakan nasi merah dan empal atau tahu dan ayam bacem.

Rabu, Mei 14, 2008

Bubur Gudeg


Kemarin, masak gudegnya banyak karena saya pikir akan ada tamu. Tapi kayaknya tamunya belum rejekinya disuguhin gudeg buatanku. Lalu, saya ingat kalo pas mudik yang termasuk paling dikangeni adalah bubur gudegnya simbah. Terakhir mudik, kira-kira setengah tahun lalu, simbah sudah tidak jualan bubur gudeg lagi. Terpaksa gigit jari deh waktu itu. Lha, pagi ini saya dengan semangat membuat bubur gurih untuk dimakan sama gudeg. Pagi-pagi jam 5 bangun langsung buat bubur meski semalaman baru tidur jam 2.30. Tapi tidak sia-sia, langsung sangat laris manis..... dan cara buatnya mudah.

Bahan :
1/2 liter beras, direndam semalam
1,5 liter air
100 ml santan kara
5 lembar daun salam
Garam secukupnya, sampai terasa cukup asin (gurih)

  1. Didihkan air, masukkan beras yang sudah ditiris dan daun salam. Sesekali diaduk biar tidak lengket di panci.
  2. Setelah jadi bubur, masukkan santan dan garam, aduk-aduk, tunggu sampai mendidih.
  3. Bubur sudah jadi, hidangkan dengan gudeg beserta baceman dan sambel gorengnya. Mmm mantaap....

Selasa, Mei 13, 2008

Gudeg oh gudegku....

Setelah kemarin-kemarin penasaran buntil, saya penasaran banget sama caranya buat gudeg. Gudeg itu makanan favoritku sejak kecil. Saking senengnya, sampai-sampai dulu waktu kecil pernah bercita-cita jadi bakul gudeg. Pas lagi pengin-penginnya buat gudeg, eh Sindo-ku hari Kamis, 8 Mei 2008 kemarin ngasih resep gudeg dari Wijilan. Wah, bener-bener pucuk dicinta ulam tiba. Cuman, saya buatnya baru kemarin dengan car-cara yang praktis dan cepat, dan sedikit penyesuaian. Hasilnya, yah lumayan enak, setidaknya orang serumah semua suka.....alhamdulillaah. Sampai-sampai anak-anak yang biasanya tidak mau makan sayur gudegnya, eh ini doyan!

A. Gudeg
Bahan A :
800 gr nangka muda, sisir.
500 ml air

Bumbu halus A :
3 siung bawang putih
5 siung bawang merah
2 sdm ketumbar bubuk
3 sdm kemiri halus
5 lembar daun salam
3 iris lengkuas
4 tangkai sereh, ditumbuk, diikat
350 gr gula merah
Garam secukupnya

  1. Masukkan semua bahan dan bumbu ke dalam panci presto. Panaskan, setelah mulai berbunyi panci prestonya tunggu sampai kurleb 15 menit.
  2. Jadi deh...
B. Baceman Gudeg
Bahan B :
1 kg telur, direbus, dikupas kulitnya
1/2 kg ayam, dipotong-potong
15 potong tahu magel (tahu yang sudah digoreng, seperti tahu pong) segitiga
Air kelapa dari 2 butir kelapa (kurleb 500 ml)

Bumbu B :
2 sdm bawang putih giling (sudah halus)
4 sdm bawang merah giling
2 sdm kemiri halus
1 sdm ketumbar bubuk
250 gr gula merah
Garam secukupnya
  1. Masukkan semua bahan dan bumbu jadi satu dalam kuali/wajan. Panaskan dengan api sedang-kecil sampai bumbu meresap. Diicip-icip sedikit.
  2. Jadi sudah.
C. Sambel Goreng Krecek
Bahan C :
250 gr krecek sapi (rambak kulit untuk masak)
500 gr tempe, iris kecil-kecil
Cabe rawit merah sesuai selera
900 ml air

Bumbu halus C :
4 siung bawang putih
7 siung bawang merah
1 ruas besar kencur
2 sdm kemiri halus
5 lembar daun salam
3 iris lengkuas
3 tangkai sereh, ditumbuk, diikat
7 lembar daun jeruk
Garam secukupnya
Gula merah secukupnya
  1. Masukkan semua bahan dan bumbu ke dalam kuali/wajan. Panaskan hingga bumbu meresap atau sampai asat airnya.
  2. Sudah jadi...
TIPS : Biar warna gudeg dan bacemannya mengkilat, dan juga rasanya lebih gurih, panaskan dengan minyak sedikit diaduk-aduk (seperti disangrai tapi menggunakan minyak sedikit saja).

Sabtu, April 19, 2008

Baceman

Ini nih makanan favorit saya. Bisa untuk camilan, bisa juga untuk lauk.

Bahan :
750 gr tahu/tempe/ayam/telur rebus
500 ml air

Bumbu :
3 siung bawang putih, iris tipis
5 siung bawang merah, iris tipis
3 iris lengkuas
5 lembar daun salam
200 gr gula Jawa
3 butir asam Jawa
1 sdt garam (secukupnya)

  1. Masukkan semua bahan dan bumbu dalam panci atau wajan. Panaskan dengan api sedang hingga bumbu meresap (boleh sampai airnya asat).
  2. Baceman lebih enak disajikan setelah digoreng (kecuali telur) hingga warna coklat tua.